Ini kelanjutan dari trip yang ke banjarnegara. setelah asiik makan duren di wonosobo, kami pun lalu melanjutkan perjalanan menuju purbalingga. hari udah malam, jadi ngga bisa lihat suasana sekitar. apalagi hujan yang walaupun udah ngga deras lagi, namun bikin pengen bobo bantalan mulu. meskipun dalam rangka liburan, namun jalanan ngga gitu ramai. lancar dan tanpa kendala. hingga akhirnya kami memasuki daerah purbalingga. saatnya mencari penginapan. ternyata kota ini adalah sentranya knalpot. bahkan ada tugu lelaki yang sedang membuat knalpot. kami mencari penginapan di sekitaran owabong. yaps, karena kami memang datang ke kota ini, khusus untuk ke owabong. oiya, saya lupa.. kami memang berencana ke dieng, namun karena hujan tidak kunjung reda dan keburu sore, kami urungkan niat kesana. itu akan jadi PR perjalanan kami suatu kali nanti. manusia berencana, tapi tuhan dan alam yg menentukan!
kami menginap di sebelah cottage owabong. karena kami datang sudah malam, dan kebetulan hari liburan, jadi cottage full! tadinya kami akan menginap disana. lalu kami diberi petunjuk untuk menempati sebuah
homestay yang letaknya disamping cottage. sebuah rumah, yg memiliki 4 kamar tidur. masing masing kamar bertarif Rp 100.000/ malam. tersedia kamar mandi, dispenser, ruang tamu, televisi, dan ada kasur tambahan jika kekurangan kasur. cukup nyaman meskipun tak semewah cottage atau hotel.
owabong (objek wisata air bojongsari) adalah sebuah objek wisata air yang didalamnya terdapat beberapa buah kolam renang beserta wahana lain dan fasilitas pendukung. terletak di desa bojongsari, tidak jauh dari pusat kota. HTM nya adalah
Rp 20.000 untuk weekend/hari libur, dan
Rp 12.000 untuk hari biasa. namun itu
belum termasuk tarif sewa ban dan permainan/ wahana lain yang ada di dalamnya, seperti bioskop 4 dimensi (Rp 15.000), flying fox (Rp 10.000), go kart, dll. Untuk sebuah tempat 'bermain air', owabong termasuk murah. jadi jangan tanya seperti apa ramainya! terlebih hari libur.





pukul 07.00 pagi kami sudah masuk ke dalam owabong. owabong buka pukul 06.00.
ada diskon untuk rombongan sebanyak 30 orang. kami bersepuluh. dan diajak bergabung dengan rombongan seorang ibu dari cirebon. karena datang masih pagi, jadi belum banyak wahana yang difungsikan. tetapi kolam sudah penuh terisi air semua. kami pun bergegas ganti pakaian renang, lalu nyebur ke air. ada 8 kolam disini. dan dua sliding. untuk sliding nya baru berfungsi pukul 09.00. disini tersedia loker, yaitu dengan tarif Rp 3000 per loker.
puas bermain air, kami mencoba tantangan berflying fox!mulanya sempat ragu, tetapi rugi kalo takut. toh ada team flying fox yang membantu kami. hehe. uhm, ternyata memang bikin deg deg an. takut kalo kalo talinya lepas atau kenapa kenapa. tapi saya selamat nyebur ke kolam! oia, slide yang saya naiki yang curam. bukan sprial. karena ayah saya bilang, yang spiral permukaannya rada kasar, sehingga kulitnya sempat lecet. uhm, sayang yaa...

disini tidak ada wahana yang sangat seru. tidak seperti di pandawa-solo, ataupun waterboom jakarta. mungkin karena keterbatasan area juga. tapi ini sudah cukup menyenangkan kok. lalu menjelang siang, kami turun ke bawah untuk ke kolam panas.

tapi ternyata air panasnya tidak dinyalakan. karena ada pembangunan proyek di sebelah lokasi. jadi sama saja, air dingin. disitu disediakan kano, untuk berarung jeram mini. sayangnya, kurang panjang alirannya. jadi terasa hanya sebentar! kurang puas...
ketika terasa sudah sangat ramai orang orang, kami pun lalu putuskan untuk menyudahi bermain airnya. kami lalu berbilas, ganti pakaian, dan pulang ke homestay. sebentar berberes barang barang, dan pamitan dengan pemilik rumah, lalu pulang. mampir ke
museum reptil dan uang yang berlokasi 6Km dari owabong. masih di jalan yang sama dengan jalan masuk ke owabong. di museum reptil saya ngga berani masuk. saya benci reptil! jadi saya hanya menunggu di pintu keluar. lalu menuju ke museum uang. disana tersimpan uang uang mulai dari masa lampau hingga masa kini.
uang di jaman majapahit terbuat dari emas. sedangkan
uang palsu soekarno yang beredar di masanya saat itu dapat menggulung sendiri jika diletakkan di tangan kita. sebuah koleksi budaya dan sejarah yang ngga boleh dilewatkan!


setelah dari museum, kami pun makan siang di
bakmi asakita, di kota. capcay dan ayam kampung prestonya juara! meski harganya sedikit mahal. tapi sebanding dengan rasa masakannya. hujan sudah turun dengan derasnya. selesai makan siang, kami berjalan menuju arah yogya. lalu mampir di sentra kerajinan. mama membeli beberapa vas dan pajangan babi. sesampainya di
wonosobo, kami berhenti lagi membeli oleh oleh. sambil makan duren (lagi!) di depan toko oleh oleh yang sedang kami datangi.

sampai di yogya, makan bakmi jombor. uhm, bagi saya kurang mantap. dan pelayanannya kurang memuaskan! sampai rumaj pukul 10.00 an malam. lalu mandi, dan tidur. uaaaahhh, perjalanan yang cukup jauh tapi menyenangkan! terimakasih semuaaaa.... :)